KULIAH LAPANGAN: MAHASISWA PGSD DI SUAKA PARUH BENGKOK TAMAN NASIONAL AKETAJAWE LOLOBATA

Sabtu, 21 Januari 2023 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun melaksanakan kegiatan Kuliah Lapangan di Suaka Paruh Bengkok Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Ini merupakan kegitan kuliah lapangan kedua yang dilaksanakan di Suaka Paruh Bengkok Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Kegiatan kuliah lapangan ini diikuti oleh 43 mahasiswa dari semester 5 untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Sains Kepulauan yang diampu oleh Dosen Wawan Suprianto Nadra, S.Pd.,M.Pd. Adapun tujuan dari kegiatan kuliah lapangan ini yaitu untuk mempelajari dan memahami tentang nilai-nilai konservasi sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan perkuliahan lapangan disambut baik oleh pengelola Suaka Paruh Bengkok Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Dalam pemberian materi yang dibawakan oleh Bapak dr. Nadhifa Trihapsoro, menjelaskan tentang ekosistem dan peran penting ekosistem itu sendiri. Selain ekosistem, beliau juga menjelaskan terkait dengan satwa-satwa endemik khususnya yang berada di Maluku Utara. Ada 300 jenis burung endemik di Maluku Utara, dan sebanyak 28 jenis di daratan Halmahera. Namun sayangnya keberadaan dari burung-burung endemik ini sangat terancam karena perburuan. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui dan melindungi satwa tersebut agar tetap hidup untuk menjalankan fungsi kehidupannya masing-masing.

“Konservasi Sumber Daya Alam hayati berfungsi untuk mewujudkan ekosistem agar kita dapat hidup lebih lama. Selain untuk kita, anak cucu kita juga harus merasakan kekayaan alam yang ada. Sehingga kita perlu menjaga alam disekitar kita. Ada beberapa cara untuk melakukan konservasi, dimulai dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu. Pertama, kita dapat membiasakan gaya hidup ramah lingkungan dengan memilah sampah organik dan anorganik. Kedua, kita dapat melakukan penghijauan dengan menanam pohon di sekitar kita. Ketiga, dapat mengenal satwa-satwa yang berada di sekitar, dan keempat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang nilai-nilai konservasi”. Pesannya.

Sejalan dengan materi yang telah disampaikan, ada juga pesan yang disampaikan oleh bapak As Ari Wahyu Utomo, S.Hut.,M.Appl.Sc selaku  koordinator  Suaka Paruh Bengkok, bahwa mahasiswa PGSD sebagai calon guru Sekolah Dasar memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian alam. Khususnya pada pemberian edukasi kepada masyarakat, tepatnya pada anak-anak Sekolah dasar untuk menanamkan nilai konservasi sejak dini.

Pada kegiatan perkuliahan lapangan ini, mahasiswa PGSD tidak hanya melakukan kegitan kuliah lapangan saja, namun juga melakukan kegiatan pengamatan untuk melihat dan mengenali  secara langsung keadaan fauna yang ada di Suaka Paruh Bengkok. Namun, hanya tersisa beberapa fauna saja seperti burung Kakatua jambul kuning dan kakatua Tanimbar. hal ini dikarenakan sebagian burung yang direhabilitasi telah dilepas liarkan ke hutan sehingga yang ada hanyalah burung-burung yang sudah tidak bisa lagi kembali normal walaupun telah melaksanakan proses rehabilitasi.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar dapat memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai konservasi yang telah dipelajari. Selain nilai konservasi, diharapkan juga mampu menjaga lingkungan dan satwa endemik yang ada di Maluku Utara.

 

 

Editor:

Marwa & Dinda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://probolinggokab.go.id/wp-content/uploads/2019/01/slotmaxwin/ https://bali.bawaslu.go.id/assets/artikel/slotgacormaxwin/ https://slot.papuabaratprov.go.id slot