Inovasi LKPD IPAS Berbasis Inkuiri Tingkatkan Berpikir Kritis Siswa SD
Ternate — Sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan dasar kembali hadir dari Universitas Khairun. Melalui penelitian yang dilakukan oleh dosen Program Studi PGSD, Ridwan Jusuf bersama Asri S. Tamalene dan Ratna Sari Dewi, dikembangkan sebuah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) berbasis pembelajaran inkuiri.
Langkah ini merupakan respons terhadap lemahnya kemampuan berpikir kritis siswa SD yang selama ini masih terjebak pada pola belajar menghafal dan mencatat. Guru umumnya masih menggunakan LKPD konvensional yang belum mendorong eksplorasi dan pemecahan masalah oleh siswa. Penelitian ini membuktikan bahwa dengan pendekatan inkuiri, siswa dapat diajak berpikir lebih kritis dan reflektif terhadap fenomena di sekitar mereka.
Pengembangan LKPD dilakukan dengan menggunakan model 4-D (define, design, develop, disseminate). Proses ini diawali dengan analisis kondisi pembelajaran, kemudian dilanjutkan dengan perancangan LKPD yang melibatkan enam langkah inkuiri, yakni orientasi masalah, perumusan masalah, hipotesis, pengumpulan data, pengujian, dan penyimpulan. Setelah melalui validasi oleh ahli materi dan media, produk diuji secara terbatas kepada guru dan siswa, serta dilanjutkan dengan uji efektivitas melalui eksperimen di SD Negeri 2 Kota Ternate.
Hasilnya cukup mengesankan. LKPD yang dikembangkan dinilai sangat valid oleh para ahli, dengan skor rata-rata mencapai 90%. Aspek desain dan tampilan pun dinilai sangat baik, termasuk oleh siswa yang memberikan respons 100% pada aspek kemanfaatan dan kemudahan penggunaan.
Lebih jauh lagi, efektivitas LKPD ini diuji melalui perbandingan nilai pretest dan posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen yang menggunakan LKPD inkuiri menunjukkan peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata posttest 85,54 dibanding 72,77 di kelas kontrol. Uji statistik dengan t-test dan N-gain menunjukkan bahwa perbedaan ini sangat signifikan dan tergolong peningkatan sedang untuk kelas eksperimen.
Penelitian ini juga memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut siswa untuk aktif, kreatif, dan berpikir kritis. Materi dalam LKPD yang dikembangkan meliputi tema kontekstual seperti fotosintesis, perubahan wujud benda, dan aktivitas ekonomi sederhana yang dikemas dalam situasi kehidupan nyata. Pendekatan ini secara nyata mampu menghubungkan konsep akademik dengan realitas sehari-hari siswa.
Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dan inspirasi bagi para guru maupun calon guru dalam mengembangkan bahan ajar yang tidak hanya sesuai kurikulum, tetapi juga mendukung tumbuhnya karakter dan kecakapan berpikir abad ke-21. Selain itu, pengembangan serupa juga dianjurkan untuk tema-tema IPAS lainnya agar variasi dan daya tarik pembelajaran semakin meningkat.
Melalui inovasi ini, Universitas Khairun menunjukkan peran nyatanya dalam menjawab tantangan pendidikan dasar yang lebih transformatif dan humanis, sesuai semangat Merdeka Belajar.