02 Oct 2026 Editor Berita Dibaca 6 kali

Monitoring Magang Berdampak di SDN 38 Kota Ternate: Mengembangkan hard skill dan Soft skill Mahasiswa

Monitoring Magang Berdampak di SDN 38 Kota Ternate: Mengembangkan hard skill dan Soft skill Mahasiswa

Ternate – Dosen Pendamping Lapangan (DPL) melaksanakan monitoring Program Magang Berdampak di SDN 38 Kota Ternate pada Jum'at 2 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan magang mahasiswa berjalan sesuai rencana, memberi manfaat bagi sekolah mitra, dan mendukung capaian pembelajaran mahasiswa.

Dr. Ridwan Jusuf, M.Pd dan Risna Srinawati, S.Pd.I., M.Pd sebagia DPL dalam pelaksanaan monitoring, diterima langsung oleh Kepala SDN 38 Kota Ternate, yakni Ibu Nurhayati H. M Bakri, S.Pd, bersama guru pamong dan dewan guru. Dalam kunjungan tersebut, DPL berdialog dengan kepala sekolah dan guru pamong, terkait kendala yang dihadapi selama magang yang sudah berlangsung selama satu bulan ini.

Saat ini, 17 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menjalani magang di sekolah tersebut. Mereka terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, pendampingan belajar siswa, hingga pengelolaan administrasi sekolah. Selain itu. Kepala sekolah menyampaikan apresiasi atas kehadiran para mahasiswa. “ Kami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa di sekolah kami, hanya saja masih perlu pedampingan dalam hal pembuatan perangkat pembelajaran sebagai hard skill mereka sebagai calon guru sekolah dasar dan juga perlu meningkatkan komunikasi yang baik serta kedisiplinan sebagai bagian soft skill,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Ridwan Jusuf, M.Pd dan Risna Srinawati, S.Pd.I., M.Pd sebagai DPL menegaskan bahwa Magang Berdampak bukan sekadar praktik lapangan, melainkan wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu, mengembangkan keterampilan, dan memahami dunia kerja secara langsung.

Dari hasil monitoring, pelaksanaan magang dinilai berjalan baik dan mendapat dukungan penuh sekolah. Namun, tim mencatat perlunya peningkatan kedisiplinan pelaporan jurnal harian, penguatan kolaborasi mahasiswa dengan guru pamong, serta pengembangan inovasi pembelajaran. Catatan ini diharapkan ditindaklanjuti sebelum monitoring berikutnya.

Di akhir kegiatan, tim DPL dan pihak sekolah sepakat memperkuat koordinasi agar program ini terus memberi dampak positif bagi mahasiswa, guru, dan peserta didik. Kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah mitra diharapkan menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan dasar di Kota Ternate.